Sejarah Desa

Nama Kelurahan Gonilan berasal dari kata, “Gon” (B.Jawa) yang berarti Tempat dan “nila” (untuk model) Nilo, serta “an” yang berarti penambangan. Menunjukan tempat.

Jadi arti Gonilan adalah tempat pembuatan nilo. Nilo merupakan psalahsatu tanaman wajib saat pemerintahan Belanda. Orang pribumi wajib menanam tanaman wajib yang terkenal dengan istilah “Kuultuur Stelsel” termasuk kopi, nilo, tebu dll.

Nilo merupakan tanaman tom direndam, di campur air gamping kemudian menjadi Nilo. Lain daripada itu di Desa Gonilan juga di temukan bak-bak yang konon kabarnya merupakan tempat pembuatan Nilo. Pemiliknya terkenal dengan nama “Kyai Honggo Nilo”.

Dari dua hal tersebut diatas, dapat di pergunakan pegangan kuat untuk menggali sejarah Desa Gonilan. Adapun sejarah pimpinan desa. Dapat kami utarakan sebagai berikut.

Mulai sejak zaman kerajaan dahulu Gonilan termasuk wilayah Kasunanan. Pimpinan desa dipegang oleh kebekelan (Bekel) sampai dengan Komplek kurang lebih tahun 1923 setelah komplek dari kebekelan menjadi Lurah (kepala desa) Adapun kepala desa sampai sekarang telah berganti beberapa kali.

Link Tekait